Fenomena “login Muhammadiyah” yang kini ramai diperbincangkan, sebagaimana juga dikutip oleh Agus Setiyawan (Ketua PD IPM Kebumen) dari artikel Suara Muhammadiyah, merupakan tanda penting bahwa gerakan Islam berkemajuan semakin menemukan momentumnya di era digital.
Dalam pandangan ini, tren tersebut tidak sekadar viralitas di media sosial, tetapi mencerminkan pergeseran cara beragama generasi muda. Muhammadiyah hadir dengan pendekatan yang rasional, ilmiah, dan praktis - sehingga mampu menjawab kebutuhan zaman yang serba cepat dan berbasis data. Hal ini sejalan dengan karakter manhaj Muhammadiyah yang terbuka, toleran, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan .
Agus Setiyawan melihat bahwa meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap Muhammadiyah didorong oleh beberapa faktor utama:
Ijtihad yang relevan dengan zaman
Inovasi seperti Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak berhenti pada tradisi, tetapi terus melakukan pembaruan yang memberikan kepastian dalam ibadah.Model beragama yang sederhana dan presisi
Muhammadiyah menawarkan praktik keagamaan yang tidak rumit, mudah dipahami, namun tetap kuat secara dalil dan metodologi.Kebermanfaatan nyata di masyarakat
Amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial menjadikan Muhammadiyah bukan hanya gerakan wacana, tetapi gerakan aksi nyata.Kesesuaian dengan karakter generasi muda
Generasi saat ini cenderung menyukai hal yang praktis, efisien, dan berbasis ilmu. Muhammadiyah menjawab itu dengan pendekatan Islam berkemajuan.
Namun demikian, Agus juga menegaskan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi tren ini. Popularitas tidak boleh menjadi tujuan utama. Muhammadiyah tetap harus berpegang pada prinsip dasar sebagai gerakan dakwah yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Hal ini sejalan dengan Pedoman Hidup Islami bahwa kehidupan warga Muhammadiyah harus mencerminkan nilai Islami dalam seluruh aspek kehidupan .