Opini 18 April 2026

MENGUBAH HINAAN MENJADI KEUNTUNGAN

Penulis: dr. Monte Selvanus Luigi Kusuma, MMR Editor: Admin Reading Time: 2 mins read
MENGUBAH HINAAN MENJADI KEUNTUNGAN

MENGUBAH HINAAN MENJADI KEUNTUNGAN

Oleh: dr. Monte Selvanus Luigi Kusuma, MMR

Ketua Bidang MPKU PDM Kebumen

________

Muqaddimah

Pada tahun 2004, Eminem merilis lagu berjudul Just Lose It. Dalam lagu dan video klipnya, ia: Menirukan gaya Michael Jackson (MJ), menyindir operasi plastik MJ, bahkan menyinggung kasus hukum yang sensitif pada saat itu.

Banyak pihak menganggap, hal ini sudah melewati batas. Michael Jackson sendiri secara terbuka mengatakan bahwa ia merasa dihina dan tidak dihormati.

Alih-alih membalas dengan lagu atau konflik terbuka, Michael Jackson memilih jalan berbeda. Michael Jackson memilih membeli katalog musik melalui perusahaan:

Sony/ATV Music Publishing yang memproduksi lagu-lagu Eminem.

Artinya setiap kali lagu Eminem diputar, Michael Jackson ikut mendapat keuntungan royalti atas lagu tersebut. Dengan kata lain, Eminem menyindir, tetapi Michael Jackson yang mendapatkan uang dari setiap sindiran itu.

Pelajaran Penting

1️⃣ Konflik Tanpa Emosi: Kecerdasan Mengalahkan Reaksi

Michael Jackson memilih tidak membalas ejekan secara langsung. Ia tidak membuat lagu balasan, tidak menyerang balik secara verbal.

Sebaliknya, ia membeli katalog musik melalui Sony/ATV—yang berarti setiap kali lagu Eminem diputar, Michael Jackson ikut mendapatkan keuntungan.

Ini adalah bentuk:

✅ Oleh iwake ora butek banyune : dapat keuntungan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan

✅ Menang tanpo ngasorake: Kemenangan tanpa merendahkan orang lain walaupun orang lain terlebih dahulu merendahkan kita

✅ Dalam Islam, ini sangat sejalan dengan prinsip menahan diri.

Allah berfirman:

... وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ...

“... Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia…” (QS. Ali Imran: 134)

Sikap ini bukan kelemahan, tetapi justru tingkat kekuatan tertinggi.

2️⃣ Menguasai Sistem: Lebih Tinggi dari Sekadar Reaksi

Insight utama dari kisah ini adalah yang menguasai sistem, tidak perlu berteriak untuk menang. MJ tidak bermain di level “perasaan”, tapi di level “struktur”.

Dalam Islam, konsep ini dikenal sebagai Hikmah (kebijaksanaan). Allah berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ ...

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah…” (QS. An-Nahl: 125)

Hikmah bukan sekadar sabar, tapi:

◾tahu kapan diam

◾tahu kapan bergerak

◾tahu di mana titik kemenangan sebenarnya

3️⃣ Tidak Semua Serangan Harus Dibalas

Sering kali manusia merasa harus membalas setiap hinaan.

Padahal dalam Islam:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya di sisi Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)

Michael Jackson memilih tidak membalas hinaan dengan hinaan

tetapi mengubahnya menjadi keuntungan. Ini level tinggi dari sabar yaitu transformasi masalah menjadi peluang.

4️⃣ Pelajaran Spiritual: Diam yang Bernilai Ibadah

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari & Muslim)

Diam dalam kasus ini bukan pasif, tapi:

◾diam yang berpikir

◾diam yang merancang

◾diam yang menghasilkan kemenangan

Insight Mendalam

Kisah ini mengajarkan satu hal besar bahwa Tidak semua kemenangan harus terlihat.

Ada dua jenis manusia:

◾Yang sibuk membalas hinaan

◾Yang sibuk membangun kekuatan

MJ memilih menjadi yang kedua. Dalam kehidupan, orang yang emosional akan mudah dikendalikan, sebaliknya orang yang strategis akan mengendalikan permainan.

Dalam bahasa bisnis:

✅ Orang yang dikuasai nafsu akan reaktif (digerakkan karena emosi).

Ciri-cirinya adalah:

◾Spontan, cepat, tanpa berpikir panjang

◾Dipicu oleh ego, marah, atau tersinggung

◾Fokus pada “membalas sekarang”

Reaktif seperti halnya api dibalas dengan api, yang kadang bisa menyebabkan kebakaran yang lebih besar.

✅ Orang yang beriman akan memilih responsif (digerakkan karena kesadaran).

Ciri-cirinya adalah:

◾Ada jeda berpikir

◾Menggunakan akal dan tujuan jangka panjang

◾Tidak sekadar membalas, tapi mengendalikan situasi

Responsif bukan sekedar membalas tetapi mengubah permainan.

Relevansi dalam Kehidupan Kita

Dalam kehidupan sehari-hari:

◾Dihina → tidak harus dibalas

◾Diremehkan → tidak harus dijawab

◾Dijatuhkan → tidak harus dilawan

Cukup tingkatkan potensi dan kualitas diri, perteguh positioning serta kuasai sistem. Karena: “Kemenangan sejati bukan ketika orang lain kita kalahkan atau berhasil kita injak, tetapi ketika kita naik ke level yang tidak bisa mereka jangkau.”

Khatimah

◾Hidup ini bukan tentang siapa yang paling keras berbicara, tetapi siapa yang paling kuat dalam berpikir.

◾Kisah di atas mengajarkan bahwa:

diam bisa menghasilkan, sabar bisa menguatkan, strategi bisa memenangkan

◾Dan Islam telah lebih dulu mengajarkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Maka ketika engkau disakiti jangan buru-buru membalas dan jangan sibuk membela diri. Tapi tanyakan: “Apakah ini saatnya berbicara atau saatnya naik level?”

Karena bisa jadi, ketika orang lain sedang menjatuhkanmu dengan kata-kata, Allah sedang menyiapkanmu untuk menang dengan cara yang lebih elegan.

Doa Penutup

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.

________________

رَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا

"Ya Allah berilah kami manfaat apa yang telah kami pelajari."

الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu." (QS Al Baqarah 147).

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

*) Ditulis di Gombong tanggal 02/04/2026