REKTOR UNIMUGO TERPILIH MENJADI ANGGOTA MWA UGM PERIODE 2026-2031
Gombong – Sebuah capaian prestisius diraih oleh dunia pendidikan Kebumen. Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., yang merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), secara resmi terpilih menjadi anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk periode 2026–2031.
Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Pleno Khusus Senat Akademik UGM di Yogyakarta pada Jumat (24/4). Prof. Sofyan Anif terpilih dari unsur Tokoh Muhammadiyah setelah melalui rangkaian seleksi ketat dan uji publik.
Terpilihnya Prof. Sofyan Anif dinilai sebagai langkah strategis bagi UGM dalam memperkuat jejaring akademis lintas perguruan tinggi. Pengalaman beliau dalam memimpin universitas dan kontribusinya bagi dunia pendidikan nasional utamanya di Muhammadiyah diharapkan dapat memberikan perspektif segar dalam arah kebijakan UGM lima tahun ke depan.
Dalam keterangannya, pihak UNIMUGO menyampaikan rasa bangga atas amanah baru yang diemban oleh sang Rektor. Hal ini membuktikan bahwa dedikasi akademisi dari Gombong diakui di level nasional oleh universitas peringkat teratas di Indonesia.
MWA UGM sendiri merupakan badan tertinggi di universitas yang memiliki peran krusial, di antaranya menetapkan kebijakan umum, mengangkat dan memberhentikan rektor, serta melakukan pengawasan terhadap pengelolaan universitas.
Pandangan Mengenai Peran MWA:
Setelah resmi ditetapkan sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menyampaikan beberapa pandangan strategis dan harapannya untuk masa depan dunia pendidikan diantaranya;
* Pengawal Kebijakan & Strategi: beliau melihat MWA sebagai organ yang berfungsi menetapkan kebijakan umum serta mengawasi arah pengembangan universitas agar tetap sejalan dengan visi institusi.
* Representasi Stakeholder: Beliau menekankan pentingnya komposisi MWA yang beragam—terdiri dari tokoh masyarakat, alumni, dan pakar—untuk memastikan universitas memiliki koneksi yang kuat dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
* Penjaga Budaya Mutu: Dalam konteks Muhammadiyah, peran MWA mencakup pengawasan terhadap implementasi Total Quality Management (TQM), sebuah prinsip yang beliau yakini dapat membawa kampus menuju akreditasi "Unggul"