Kejurda XIV Tapak Suci PIMDA 043 Kebumen Resmi Dibuka, Piala Rektor UNIMUGO Jadi Ajang Pembinaan Atlet Berkarakter
Gombong, 31 Juli 2026– Kejuaraan Daerah (Kejurda) XIV Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah (PIMDA) 043 Kebumen resmi dibuka pada Jumat (31/7) di GOR Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO). Kejuaraan yang memperebutkan Piala Rektor UNIMUGO ini akan berlangsung hingga 2 Agustus 2026 dan diikuti oleh para pesilat Tapak Suci dari berbagai kontingen di Kabupaten Kebumen.
Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Kejurda secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. Kehadiran para pimpinan Muhammadiyah, jajaran Tapak Suci, official, pelatih, wasit, serta ratusan atlet semakin menambah semarak pembukaan kejuaraan tahunan tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor UNIMUGO menyampaikan bahwa olahraga, khususnya Tapak Suci, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, berprestasi, serta berakhlak mulia. Nilai-nilai sportivitas, disiplin, tanggung jawab, dan persaudaraan yang diajarkan dalam Tapak Suci diharapkan menjadi bekal bagi para atlet dalam kehidupan bermasyarakat.

Kejurda XIV Tapak Suci PIMDA 043 Kebumen tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan kader Muhammadiyah melalui olahraga bela diri. Para peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, dan semangat ukhuwah Islamiyah.
Melalui penyelenggaraan Kejurda ini, diharapkan lahir atlet-atlet Tapak Suci yang mampu bersaing pada tingkat regional maupun nasional serta menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan membawa nama baik Muhammadiyah.
Seluruh rangkaian pertandingan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, di GOR Universitas Muhammadiyah Gombong. Besar harapan agar kejuaraan ini berjalan dengan aman, lancar, dan sukses, serta menjadi momentum untuk memperkuat syiar Muhammadiyah melalui prestasi olahraga.
"Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah."