MEMBERI LEBIH BAIK DARI PADA MEMINTA
Bukber bukan hanya menikmati hidangan setelah seharian berpuasa. Namun yang lebih penting adalah menajdi ajang silaturrahmi, berbagi rezeki, dan mempererat tali silaturrahmi antarsesama. Dan insya allah kegiatan ini rutin setiap setahun sekali di pendopo kecamatan poncowarno.
Hal tersebut disampaikan Ketua PCM Poncowarno Hari Cahyono, S.Kep. dalam sambutanya sabtu (14/03/2026). Acaranya dirangkai dengan kajian jelang berbuka dan pemberian bingkisan sebagai bentuk kepeduliaan sosial kepada anak yatim dan dhuafa.
“Bukber juga bukan sekedar tradisi tahunan, tetapi momen penuh makna. Bukber juga mengajarkan nilai kebersamaan, rasa syukur dan kepeduliaan terhadap sesama,” Jelas Hari Cahyono.
“Termia kasih sudah berkenan hadir untuk berbuka puasa bersama. Semoga kita tetap diberikan Kesehatan dan dapat menjalankan ibudah puasa dengan lancer dan semua amal ibadah kita diterima Allah swt.” Ujar Hari Cahyono

KH. Tusah Ihsanudin, M.Pd. selaku penceramah dalam kegiatan Kajian Bukber PCM Poncowarno (14/03) di Pendopo Kecamatan Poncowarno mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah”. Hadits ini memotivasi umat Islam untuk mandiri, giat bekerja, bersedekah, dan menjaga kehormatan diri agar tidak bergantung pada orang lain.
“Orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima, karena pemberi berada di atas penerima, maka tangan dialah yang lebih tinggi sebagaimana yang disabdakan oleh Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam.” Tambahnya.
Menurut Tusah hadits ini memiliki keutamaan yakni : “Orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima, dianjurkan bersedekah dan berinfak kepada orang yang membutuhkannya”
Maksud hadits “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.” Apa yang dimaksud dengan “tangan di atas” adalah orang yang memberi, sedangkan “tangan di bawah” adalah orang yang menerima atau meminta, jelasnya.
Hadits ini sangat terkenal sehingga banyak orang pernah mendengar hadits tersebut. Banyak orang mengutip hadits itu untuk menasihati agar kita menjauhi perbuatan meminta-minta.
Tusah mengajak kepada jamaah agar kita lebih suka memberi dari pada meminta karena yang memberi akan menjadi pihak yang lebih baik dari pada yang diberi. Singkatnya, hadits ini menegaskan bahwa memberi itu lebih baik dari pada meminta. atau, bahwa meminta itu tidak baik.
