GOMBONG – Pimpinan baru Tapak Suci (TS), Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Gombong berkomitmen menyelaraskan program kerja mereka dengan kebutuhan Masyarakat Kebumen usai dilantik secara resmi pada Rabu siang (11/3/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum strategis bagi para kader untuk memperkuat kontribusi nyata di masyarakat. Seluruh pengurus baru periode 2026/2027 kini memikul tanggung jawab besar dalam menyelaraskan program kampus dengan kebutuhan daerah. Langkah ini bertujuan agar eksistensi organisasi memberikan dampak yang lebih luas secara berkelanjutan.
Sinergi Memajukan Daerah Kebumen
Ketua Pimda 043 Tapak Suci Kebumen, Rustam Suhri, menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan. Ia berharap Universitas Muhammadiyah Gombong terus menjadi pusat syiar yang relevan bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kolaborasi antara pimpinan daerah dan komisariat harus tetap terjaga dengan baik.
"Kami berharap ada kontinyuitas hubungan komunikasi dan kerjasama untuk sama-sama memajukan dan menyiarkan Tapak Suci di UNIMUGO khususnya, kebumen dan sekitarnya umumnya," ujar Rustam Suhri.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PC IMM Kebumen, M. Taufiqurrohman, menyoroti potensi inovasi kader. Menurutnya, kreativitas mahasiswa saat ini menjadi modal utama dalam meneruskan estafet perjuangan. Meskipun latar belakang kader beragam, arahan yang tepat akan menghasilkan prospek positif bagi daerah.
"Sehingga di dalam meneruskan estafet perjuangan di Muhammadiyah di masa depan memiliki prospek yang positif selama kita dapat mengarahkan kader-kader itu sesuai dengan minat, bakat, dan passion yang mereka miliki," ujar Taufiq.
Inovasi dan Tanggung Jawab Kader
Para pimpinan Ortom yang baru dilantik juga berkomitmen membawa perubahan melalui program kerja yang adaptif. Mereka berencana memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas ruang diskusi dan kolaborasi eksternal. Hal ini sangat penting untuk merespons tantangan zaman seperti isu kesehatan mental dan kesiapan dunia kerja.
Ketua Umum PK IMM Ali bin Abi Thalib, Fatmah Triana, menegaskan bahwa jabatan ini adalah amanah besar. Ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja dengan integritas demi kebermanfaatan publik.
"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi tujuan kita tetap sama, yaitu memajukan organisasi dan memberikan manfaat bagi mahasiswa serta masyarakat," pungkas Fatmah.